Feeds:
Tulisan
Komentar

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘macam-macam jumrah’

Melontar Jumrah adalah salah satu wajib haji. Jamaah yang tidak melontar wajib membayar dam (denda) berupa seekor kambing. Kalau tidak mampu, boleh membayar fidyah atau berpuasa 10 hari, yaitu tiga hari di masa haji di tanah suci dan sisanya di tanah air.

Waktu melontar mulai setelah lewat tengah malam sampai terbenam matahari, sedangkan  utamanya pada waktu Dhuha (pagi setelah matahari terbit). Pada tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Nafar) jamaah haji hanya melontar saat Jumrah saja yaitu Jumrah Aqabah. Kemudian pada hari-hari Tasyrik yang lain, yaitu tanggal 11, 12, 12 Dzulhijjah, yang dilontar adalah ketiga-tiganya (Ula, Wusta, Aqabah). Melontar dimulai sesudah masuk waktu Zuhur atau sesaat tergelincirnya matahari (matahari hampir terbenam) sampai terbit besok pagi. Jumrah yang terletak paling dekat dengan Mekah disebut Jumrah Aqabah. Letaknya di atas perbukitan Aqabah.

Macam-Macam Jumrah

Jumrah artinya tempat pelemparan yang didirikan untuk memperingati saat Nabi Ibrahim As. digoda oleh setan agar tidak melaksanakan perintah Allah Swt. menyembelih putranya Ismail. Tiga kali beliau digoda, tiga kali pula beliau melemparkan batunya kepada setan sebagaimana diperintah dan dibimbing langsung oleh malaikat. Di tempat-tempat inilah kemudian dibangun tugu-tugu dengan nama Ula, Wusta dan Aqabah.

  • Jumrah Ula (Jumrah pertama), disebut juga jumrah Sughra (jumrah kecil) terletak dekat Mesjid Khaif.
  • Jumrah Wusta (Jumrah kedua), disebut juga jumrah Tsaniyah (jumrah yang sedang) terletak diantara kedua Jumrah yaitu Jumrah Ula dan Jumrah Aqabah.
  • Jumrah Aqabah (Jumrah ketiga), yang disebut juga Jumrah Tsalitsah (jumrah yang besar) berada di pinti gerbang di Mina.

 

Artikel Lainnya :

 

Read Full Post »