Idul Adha

Hari raya Idul Adha (disebut juga hari raya qurban), jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. Orang-orang juga menyebutnya sebagai hari Nafar karena pada hari itu orang bersenang-senang, menikmati hidangan daging Qurban. Oleh karena itu kaum muslimin baik yang sedang melaksanakan ibadah haji maupun yang tidak, pada hari itu diharamkan untuk berpuasa.

Jamaah haji pada hari itu melaksanakan prosesi melempar Jumrah Aqabah – satu dari tiga jamarat terbesar- sebanyak tujuh kali. Sesudah melontar di hari Idul Adha (hari Nafar), barulah jamaah boleh ber-tahallul Awal. Ini ditandai dengan mencukur rambut. Para jamaah sudah boleh melepas pakaian ihram dan terbebas dari pantangan ihram.

Hari berikutnya yaitu hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah), jamaah laki-laki sudah boleh melempar jumrah dengan pakaian biasa, sedangkan bagi perempuan tetap harus memakai kerudung dan kaos kaki. Pada hari ini telah dihalalkan segala macam larangan ihram kecuali berhubungan suami-istri. Hal ini baru boleh dilakukan setelah seluruh prosesi haji diselesaikan, yaitu setelah tawaf Ifadah dan tahallul Akhir.

Terhitung mulai tanggal 10 Dzulhijjah hingga tiga hari Tasyrik barikutnya, para jamaah akan melakukan penyembelihan hewan qurban sebagai dam atau denda atas pelanggaran yang dilakukan jamaah yang bersangkutan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s