Miqat

Miqat secara berarti batas, yaitu garis demarkasi atau garis batas antara boleh atau tidak, atau perintah mulai atau berhenti, yaitu kapan mulai melafazkan niat dan maksud melintasi batas antara tanah biasa dengan tanah suci. Sewaktu memasuki tanah suci itulah, semua jamaah harus berpakaian ihram dan “mengetuk pintu” perbatasan yang dijaga oleh penghuni-penghuni surga. “Ketuk pintu” yang dimaksud adalah salam dan mengucapkan talbiyah dalam keadaan berpakaian iham.

Miqat yang dimulai dengan pemakaian pakaian ihram harus dilakukan melintasi batas-batas yang dimaksud. Miqat dibedakan atas dua macam yaitu : Miqat Zamani (batas waktu) dan Miqat Makani (batas letak tanah).

Miqat Zamani

Miqat Zamani adalah miqat yang berhubungan batas waktu, yaitu kapan atau pada tanggal dan bulan apa hitungan haji dimulai.

Miqat Makani

Miqat Makani adalah Miqat berdasarkan peta atau tanah geografis, tempat seseorang harus mulai menggunakan pakaian Ihram untuk melintas batas tanah suci  dan berniat hendak melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah. Miqat makani antara lain :

  1. Bir Ali (disebut juga Dzul Hulaifah), letaknya sekitar 12 km dari Madinah. merupakan miqat bagi orang yang datang dari arah Madinah.
  2. Al-Juhfah, suatu tempat yang terletak antara Mekah dan Madinah, sekitar 187 km dari Mekah, dan merupakan miqat bagi jamaah yang datang dari Syam (Suriah), Mesir dan Maroko atau yang searah. Setelah hilangnya ciri-ciri Al-Juhfah. Miqat ini diganti dengan miqat lainnya yakni Rabigh, yang berjarak 204 km dari Mekah.
  3. Yalamlam, sebuah bukit disebelah Timur, 94 km dari Mekah.
  4. Zatu Irqin, suatu tempat miqat yang terletak di sebelah utara Mekah, berjarak 94 km dari Mekah. Zatu Irqin merupakan miqat bagi jamaah dari Irak dan yang searah.

Semua miqat ditetapkan langsung oleh Nabi sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis Bukhari, Muslim dan lain-lain. Namun untuk miqat Zatu Irqin terdapat dua riwayat. Menurut Bukhari, Miqat ini ditetapkan oleh Umar bin Khatab. Sedangkan menurut riwayat Abu Daud, miqat ini ditetapkan oleh Rasulullah SAW.

Sebuah miqat berlaku bagi orang-orang yang berdomisili di daerah itu dan lainnya yang dalam perjalanannya di Mekah melalui tempat itu. Bagi panduduk Mekah, maka tempat ia mulai ihram adalah pintu rumahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s